menyapa jakarta siang hari
selamat siang jakarta. seperti menjadi tradis, udaramu selalu panas seperti juga panasnya persaingan orang-orang yang mencari kehidupan. orang-orang yang berdesakan didalam bis kota, tapi…. memang seperti itulah wajah aslimu. ( semantara sebagian lagi harus menyawa para joki untuk melewati jalur three in one ) orang-orang berdiri dipinggir jalan dengan peluh meleleh disekujur tubuh, ditamabh lagi dengan mobil-mobil yang semakin terjebak kemacetan, berapa banyak lagi mobil yang akan banjir disini…???
( apa kabar timor, baleno, cakra, ditambah suara klakson dan mesin yang meraung, juga knalpot yang mengeluarkan makian, tapi itulah jakarta dengan tradisinya.
panas sekali udara disini, seperti panasnya persaingan politik. orang-orang yang berdesakan, sikut menyikut berlomba berebut kekuasaan. semakin hari semakin banyak orang yang menjelma menjadi gelombang televisi, radio ( dan sebagian menjelma menjadi pamfleet-pamfleet gelap dan graffiti di tembok kota )….. oooooohh jakarta aku kepanasan…………